Tuesday, 27 October 2020

Istilah dalam virtual reality

[vc_toggle title=”Head-mounted Display (HMD)” style=”round_outline” size=”lg” el_id=”1453392494288-a88e9e7b-4c87″]Head-mounted Display adalah perangkat virtual reality yang dipakai di kepala. Bisa berbentuk kacamata atau helm. Di depan tiap mata terdapat layar kecil. Karena tiap mata punya layar sendiri, maka gambar yang ditampilkan akan muncul sebagai gambar 3 dimensi. Biasanya juga termasuk dengan head tracker, untuk melacak gerakan kepala. Contoh: Oculus Rift, PlayStation VR, HTC Vive[/vc_toggle][vc_toggle title=”Field of View (FOV)” style=”round_outline” size=”lg” el_id=”1453392786224-a08079c7-cafe”]Field of ViewField of View atau Ruang Pandang adalah perspektif visual yang nampak oleh indera penglihatan kita pada saat tertentu.[/vc_toggle][vc_toggle title=”Latency” style=”round_outline” size=”lg” el_id=”1453392919595-80ec4fdf-1bc7″]Latency adalah jeda dalam suatu proses. Dalam virtual reality ada beberapa jenis latency. Salah satunya adalah player movement latency, yaitu perbedaan waktu antara gerakan pemain hingga akhirnya diterjemahkan kedalam game.[/vc_toggle][vc_toggle title=”Augmented Reality (AR)” style=”round_outline” size=”lg” el_id=”1453392846541-fac121a5-f1a4″]Augmented Reality adalah penyatuan antara lingkungan yang nyata dengan lingkungan virtual atau objek tiga dimensi. Contohnya adalah Google Glass, pada saat kita sedang ke suatu tempat, maka Google Glass akan menampilkan arah panah navigasi di jalan.[/vc_toggle][vc_toggle title=”Screen-door effect” style=”round_outline” size=”lg” el_id=”1453392942949-e971c19c-d7e9″]Screen-door effect pada virtual reality adalah terlihatnya garis-garis halus yang memisahkan tiap piksel pada layar. Terjadi karena resolusi layar terlalu kecil dan karena dekatnya mata dengan layar.[/vc_toggle]