Jumlah Pembuat Game VR Meningkat Dua Kali Lipat Sejak Tahun 2015

0
410
Logo GDC dan VRDC

Sepertinya fenomena virtual reality meningkat pesat sejak Oculus Rift diperkenalkan 3 tahun yang lalu. Perusahaan-perusahaan besar juga sudah mulai fokus kepada hiburan berbasis VR. Facebook dengan Oculus-nya, HTC dengan HTC Vive-nya, lalu Sony dengan PlayStation VR-nya.

Selain mereka, banyak studio game lain yang mulai melirik VR. Hal ini terungkap dalam survei tahunan Game Developers Conference yang telah menyatakan bahwa jumlah pengembang game VR telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2015.

Hasil survei ini berdasarkan jawaban dari 2000 pengembang game di US & Canada. Tahun lalu, sebanyak 7 persen menjawab mereka sedang terlibat dengan pengembangan game VR. Tahun ini, jumlahnya meningkat hingga 16 persen. Kemudian pada tahun lalu, 6 persen menjawab game berikutnya akan menggunakan VR, tahun ini menjadi 15 persen.

Selanjutnya, 27 persen developers menyatakan keraguan VR dan augmented reality (AR) akan bisa menyaingi banyaknya pemain konsol. Lebih jauh, hanya 1 persen yang menjawab VR akan bisa mencapai target ini pada tahun 2018, lalu 44 persen menjawab pada tahun 2026 dan 54 persen menjawab pada tahun 2030.

Selain itu, sebanyak 75 persen responder percaya bahwa VR termasuk bisnis yang menjanjikan dalam jangka panjang. Terakhir, sebanyak 38 persen setuju bahwa pada tahun 2020, VR akan ada di 10 persen rumah tangga di US. Sedangkan 86 persen percaya hal itu akan terjadi pada 2030 dan 9 persen percaya hal tersebut tidak akan pernah terjadi.

Game Developers Conference akan berlangsung 14-18 Maret 2016 di San Fransisco, California, US. Selain itu, tahun ini juga menjadi tahun pertama untuk Virtual Reality Developers Conference (VRDC), konferensi yang berfokus pada virtual reality.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here